Yaya Toure meninggalkan sebuah klub yang dipandang bisa memberi dia segalanya, bergabung dengan kakaknya di Manchester City. Apa yang dicari pemain internasional Pantai Gading itu?
Ketika memutuskan menerima pinangan City di akhir musim lalu, Yaya Toure mendapat pertanyaan dari banyak teman-temannya. Dia tidak dalam posisi yang terancam di skuad El Barca, tapi kenapa mau pindah ke klub yang bahkan tidak pernah bermain di Liga Champions.
“Aku tidak berpikir ini langkah mundur,” ujar si pemain. “Premier League itu mengagumkan. Lebih kuat daripada La Liga. Dan Manchester City sedang membangun tim yang besar. Suatu saat mereka akan besar.”
Toure diboyong ke Inggris dengan harga 24 juta poundsterling. Yang lebih mencengangkan adalah, konon ia diberi bayaran 200 ribu pounds (sekitar Rp 2,8 miliar) per pekan oleh klub milik pengusaha Abu Dhabi tersebut.
“Datang ke kota baru dengan situasi yang berbeda adalah sebuah tantangan besar,” imbuhnya. “Manchester City tidak main di Liga Champions dan sudah lama tidak memenangi piala apapun. Saya meninggalkan Barcelona karena faktor ini. Buatku City sempurna.”
Yaya adalah satu salah gelandang bertahan yang sangat disegani saat ini. Ia punya teknik sangat baik, visi bagus, tekel hebat, dan powerfull. Ia seperti Patrick Vieira di masa jayanya, dan bintang veteran Prancis itu akan menjadi rekan setimnya di City.
Pria setinggi 191 cm itu memulai karirnya di Eropa di klub Belgia, Beveren, di tahun 2001. Ia lalu bermain di Ukraina (Metalurk Donetsk), Yunani (Olympiakos), dan Prancis (AS Monaco). Performanya di Monaca membuat Barcelona meminangnya di musim panas 2007.
Salah satu cerita manis Toure di Barcelona adalah ketika ia sukses menjadi bek tengah di pertandingan final Liga Champions 2009 melawan Manchester United. Sebelumnya ia cuma dua kali melakoni peran tersebut.
Di rumah barunya sekarang Yaya akan bermain dengan saudara tuanya, Kolo Toure. Orangtua dan keluarga mereka pasti sangat bangga melihat kakak-beradik itu sudah menjadi pesepakbola sukses.
Kolo dan Yaya adalah dua dari sembilan bersaudara. Seperti kebanyakan pemain bola Afrika, mereka berasal dari keluarga miskin. Menurut penuturan mereka, sewaktu kecil mereka terkadang hanya makan satu kali sehari saking miskinnya.
Tapi sepakbola mengubah nasib Kolo dan Yaya Toure. Adik Yaya yang bernama Ibrahim, juga berprofesi sebagai pemain bola, bermain untuk klub Mesir, Smouha.
“Ketika hidup Anda mulai berubah, dan Anda punya uang lebih banyak, Anda ingin membantu keluarga Anda. Aku melakukan itu,” tutur Yaya, yang mengaku terinspirasi oleh kedermawanan kakaknya, Kolo.
“Kami cuma orang biasa, tidak datang dari keluarga berduit. Itu sebabnya aku mencintai kakakku. Dia orang yang sangat baik, yang selalu ingin membantu orang lain.”
Tentang ini Yaya mengatakan, dirinya bercita-cita membuat sebuah yayasan sosial yang besar bersama Kolo, untuk membantu anak-anak dan para pemuda di negaranya.
“Di Afrika, kalau hidup Anda susah, untuk makan saja susah, kalau bertahan hidup itu sulit, maka Anda akan menghargai uang ketika Anda mulai memperolehnya, dan Anda akan lebih menghargai orang lain.”
Soal gajinya di City, Yaya sudah menjadi salah satu pemain terkaya di Liga Inggris, tertinggi dibanding pemain-pemain lain di klubnya saat ini termasuk Kolo. Tapi dia tentu saja tidak mau menyebutkan berapa persisnya uang yang didapat dari City.
“Buatku, (gaji) itu bukan sebuah kecemasan. Kadang-kadang, ketika orang membayar tinggi, Anda ingin membuktikan bahwa Anda layak dibayar sebesar itu. Tapi buatku, ini bukan soal uang.”
Jika memang bukan soal uang, Yaya Toure punya tugas besar untuk membuktikan kemampuannya, dan sebab apa ia dihargai sangat tinggi oleh City. Dan ia memang mencanangkan ambisi besar.
“Motivasiku adalah melakukan hal-hal hebat bersama Manchester City di Liga, finish di peringkat dua atau tiga, mungkin, dan lolos Liga Champions. Kita tak boleh mengatakan lebih dari itu, karena Inggris punya tim-tim besar seperti Manchester United, Chelsea dan Tottenham Hotspur. Maka, finish ketiga atau empat pun sangat baik. Itulah ambisiku,” tuturnya dikutip Daily Mail.
Ujian pertama Yaya Toure adalah hari Sabtu (14/8) depan di White Hart Lane, saat City memulai kiprahnya di musim ini melawan Tottenham Hotspur.